"Kita sedang melakukan perbaikan. Target kita selesai bulan April," kata Corporate Secretary Angkasa Pura II Sudaryanto, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (15/3/2008).
Sudaryanto menyebutkan, saat ini jumlah toilet di Bandara yang menjadi pintu masuk utama turis di Indonesia itu sebanyak 60 unit. Pengelolaanya diserahkan kepada perusahaan cleaning service. "Tapi kita juga tetap mengontrol," ujarnya.
Dia menjanjikan, tidak akan ada lagi bau pesing dan jorok yang selam ini dirasakan pengguna toilet Bandara Soekarno-Hatta. "Yang pasti akan kita buat yang nyaman dan yang bersih," janji Sudaryanto.
Dalam catatan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) soal urusan tempat buang hajat ini berada di peringkat teratas yang dikeluhkan oleh konsumen. Sekitar 1.393 keluhan berupa surat, fax, dan SMS diterima YLKI dari konsumen pengguna bandara. 229 Di antaranya berisi soal toilet bandara bau pesing dan jorok.
Sementara mengenai keluhan calo tiket yang bergentayangan di bandara, Sudaryanto menjelaskan, pihak Angkasa Pura II bekerjasama dengan Polres Bandara rutin melakukan operasi penertiban.
"Hasil operasi selama bulan lalu kita menangkap 100 orang calo," tutur dia.
Hukuman yang diberikan berupa sanksi denda yang jumlahnya bervariasi. "Dari Rp 300 ribu sampai yang paling besar Rp 500 ribu," ujar Sudaryanto.
Selain itu identitas para calo tersebut juga didata. Jika kemudian mereka tertangkap lagi, hukuman yang diberikan akan semakin berat.
(bal/ana)











































