"Pengunduran diri ini seperti tabrak lari," tegas Dirut PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) Adam Aditya Suherman menyiratkan bahwa insiden tabrak lari adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab.
Kekecewaan Adam Aditya ini disampaikan dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (14/3/2008). Jumpa pers ini diikuti oleh puluhan karyawan AdamAir yang tampak terpukul dengan sikap Bhakti Investama itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka telah menempatkan orang-orang di posisi manajemen, namun tidak hadir di sini," ujar Adam. Bhakti Investama yang memiliki saham AdamAir melalui Global Transport Service (GTS) telah menempatkan perwakilannya di maskapai tersebut di posisi wakil presdir dan juga sebagai direktur keuangan.
Lantas apa sebenarnya yang membuat perusahaan yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo itu keluar dari AdamAir? Adam mengaku tidak tahu alasan sebenarnya. Bahkan, manajemen AdamAir juga tidak tahu apakah pengunduran GTS dari AdamAir berarti mereka menjual sahamnya ataupun keluar begitu saja.
Entah apa yang sebenarnya melatarbelakangi Bhakti mundur dari AdamAir. Namun, sebelum mundur dari AdamAir, Hary Tanoe sudah menyiapkan sekoci baru: Eagle Air. Maskapai baru ini sudah didaftarkan ke Departemen Perhubungan (Dephub). (qom/asy)











































