Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto meminta berbagai pihak dapat mengendalikan diri. Universitas seharusnya mengedepankan kepentingan calon mahasiswa.
"Persoalannya bukan menerima sendiri atau secara nasional. Melainkan calon mahasiswa dapat diutamakan atau tidak," kata Bedjo kepada wartawan di kampusnya, Jl Pramuka, Jakarta, Jumat (14/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau masing-masing kampus buka penerimaan sendiri, calon mahasiswa harus mendaftar di dua kampus atau lebih. Berapa biayanya. Belum lagi yang di luar pulau. Sangat repot dan butuh biaya banyak," ucapnya.
Mengingat hal itu, ia meminta sistem yang lama dikedepankan yakni penerimaan secara nasional. Mahasiswa hanya sekali mengikuti tes dan berkesempatan sama memasuki perguran tinggi di mana pun.
"Tapi saya tetap menghargai PT yang menyelenggarakan ujian masuk sendiri. Itu bagian dari otonomi. Itu sah-sah saja," tegasnya.
Ia hanya berharap, persoalan yang bermula dari dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana SPMB selama ini menjadi pemecah integritas kampus. Ujung-ujungnya, menurut Bedjo, mahasiswa juga yang ditelantarkan.
"Ini kan mulanya dari pengelolaan dana SPMB yang tidak transparan. Jangan hanya karena itu, calon mahasiswa baru dikorbankan," pungkasnya.
(Ari/ary)











































