Soal SPMB Vs UMPTN, Calon Mahasiswa Jangan Dikorbankan

Soal SPMB Vs UMPTN, Calon Mahasiswa Jangan Dikorbankan

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2008 19:45 WIB
Jakarta - Polemik mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru belum selesai. Masing-masing pihak ngotot pihaknya paling sesuai terhadap pilihannya.

Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto meminta berbagai pihak dapat mengendalikan diri. Universitas seharusnya mengedepankan kepentingan calon mahasiswa.

"Persoalannya bukan menerima sendiri atau secara nasional. Melainkan calon mahasiswa dapat diutamakan atau tidak," kata Bedjo kepada wartawan di kampusnya, Jl Pramuka, Jakarta, Jumat (14/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bedjo memberi contoh, bila tiap kampus membuat sistem penerimaaan sendiri-sendiri, maka mahasiswa akan kesulitan waktu, tenaga dan biaya. Berbeda bila sistem penerimaan menggunakan pola yang selama ini telah digunakan yakni secara nasional.

"Kalau masing-masing kampus buka penerimaan sendiri, calon mahasiswa harus mendaftar di dua kampus atau lebih. Berapa biayanya. Belum lagi yang di luar pulau. Sangat repot dan butuh biaya banyak," ucapnya.

Mengingat hal itu, ia meminta sistem yang lama dikedepankan yakni penerimaan secara nasional. Mahasiswa hanya sekali mengikuti tes dan berkesempatan sama memasuki perguran tinggi di mana pun.

"Tapi saya tetap menghargai PT yang menyelenggarakan ujian masuk sendiri. Itu bagian dari otonomi. Itu sah-sah saja," tegasnya.

Ia hanya berharap, persoalan yang bermula dari dugaan ketidaktransparanan pengelolaan dana SPMB selama ini menjadi pemecah integritas kampus. Ujung-ujungnya, menurut Bedjo, mahasiswa juga yang ditelantarkan.

"Ini kan mulanya dari pengelolaan dana SPMB yang tidak transparan. Jangan hanya karena itu, calon mahasiswa baru dikorbankan," pungkasnya.
(Ari/ary)


Berita Terkait