Menurut keluarganya, warga Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon itu sempat kontak dengan unggas yang mati mendadak pada Kamis 6 Maret lalu. Carsim menduga keempat ayamnya mati akibat diracun.
"Pulang dari sawah, bapak mendapati 4 ayamnya mati mendadak. Dia kemudian memegang dan menciumnya karena menduga ayam-ayam itu mati diracun," kata Marni, salah satu anak Carsim, di RSUD Gunung Jati, Jumat (14/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Carsim tidak lama dirawat di Puskesmas. Dia langsung dirujuk ke RS Waled. Di RS ini kondisinya ternyata terus memburuk. Karena keterbatasan alat, Carsim akhirnya dikirim ke RS Gunung Jati pada Senin 10 Maret.
Menurut dokter ahli paru RSUD Gunung Jati, M Ali Hanafiah, Carsim dinyatakan suspect flu burung karena memiliki riwayat kontak dengan unggas yang mati mendadak. "Tetapi penyakit dasarnya adalah TBC Paru Luas," ungkapnya.
Pihak rumah sakit masih menunggu hasil laboratorium yang rencananya akan tiba pada Senin mendatang. Untuk sementara, Carsim masih harus menjalani perawatan secara intensif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Rini Sechan, pihaknya akan melakukan penyuluhan dan sterilisasi di wilayah tempa tinggal Carsim. "Namun untuk langkah selanjutnya kita menuggu hasil laboratorium dari Jakarta," ujar Rini. (djo/djo)











































