Wakil KSAL Pimpin Pemakaman Letkol Sondang di TMP Kalibata

Wakil KSAL Pimpin Pemakaman Letkol Sondang di TMP Kalibata

- detikNews
Jumat, 14 Mar 2008 14:43 WIB
Jakarta - Jenazah Letnan Kolonel Sondang Doddy Irawan, korban jatuhnya pesawat helikopter milik United Nation Mission in Nepal (UNMIN) di Nepal dimakamkan di TMP Kalibata. Pemakaman dipimpin Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Y Didik Heru Purnomo.

Rombongan jenazah Letkol Sondang tiba di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (14/3/2008) pukul 14.10 WIB. Begitu tiba, peti jenazah yang ditutup bendera Merah Putih diturunkan dari ambulans dengan diangkat sejumlah prajurit TNI AL serta tembakan salvo.

Jenazah pun dibawa menuju liang lahat dengan diiringi sejumlah keluarga, pejabat TNI AL, dan Mabes TNI. Sang istri tampak tabah saat mengikuti prosesi pemakaman. Namun saat menabur bunga di pusara Sondang, air mata sang istri sempat menitik.

Jenazah Letkol Sondang tiba di Tanah Air pada Jumat pagi di Bandara Soekarno-Hatta dengan pesawat komersial. Jenazah sebelumnya dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis malam pukul 23.00 WIB.

Jenazah sempat disemayamkan dirumah duka, di Komplek TNI AL TWP I Blok E/1, Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinas Penerangan AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, sesuai persetujuan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, almarhum Sondang dinaikan pangkatnya satu tingkat. Sehingga pangkatnya sekarang menjadi Kolonel Anumerta, dan menerima tanda jasa Bintang Jalasena Nararya.

Seperti diketahui, Sondang mengalami musibah jatuhnya helikopter milik Rusia saat mengemban tugas Military Observers (Milobs) pasukan perdamaian PBB di Nepal (UNMIN) sebagai Kepala Seksi Pembinaan Pemeliharaan, Sub Dinas Materil Kapal Bantu, Dinas Materil Angkatan Laut. Sondang merupakan salah satu korban dari 10 anggota pasukan perdamaian PBB lainnya.

Almarhum Sondang yang lahir di Kediri, 28 November 1966 ini juga pernah mengikuti misi PBB lainnya yakni Milobs di Kongo tahun 2000 dan memiliki berbagai tanda jasa. Perwira menengah lulusan AAL tahun 1988 ini meninggalkan seorang istri bernama Purwanti dan dua orang putera yakni S Eko Irawanto dan S Dwi Sari Meirawanti. (zal/nvt)


Berita Terkait