Korban tewas adalah Faizal Niapele (32). Dia menghembuskan nafas terakhir saat mencoba melarikan diri dari amukan warga Desa Negeri Lima.
Saat dikepung dan dihajar sejumlah warga desa Negeri Lima, Faizal menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri.
Namun naas, pemuda lajang ini terjerat jaring ikan dan tidak bisa berenang. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas yang terletak di desa Negeri Lima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi juga berhasil meringkus, Yusril Wae (26), tersangka pelaku penganiayaan terhadap Faizal. Tersangka mengatakan, dia dan 7 rekannya menghajar Faizal karena dendam.
"Adik saya dipukul. Makanya saya dendam dan mengajak beberapa teman untuk membalas pemukulan adik saya," ujar Yusril kepada detikcom, di Mapolsek Leihitu.
"Saya tak bermaksud membunuh. Saya juga baru tahu jika orang yang saya hajar meninggal," imbuhnya.
Kapolsek Leihitu, AKP Ardanto Nugroho, mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Polisi sudah mengantongi delapan nama, termasuk Yusril, sebagai tersangka.
Terkait penyanderaan terhadap tiga warga Desa Ureng, Ardanto mengatakan, hal itu sudah bisa diatasi. Ketiganya saat ini sudah diamankan.
"Tidak ada sandera, yang ada emosi warga. Namun sudah dapat kami antisipasi," tandasnya.
Saat ini kondisi dua desa bertetangga itu sudah kondusif. Kendati demikian, satu peleton Brimob Polda Maluku masih terus berjaga-jaga di perbatasan kedua desa. Tak nampak warga yang berkerumun atau memegang senjata tajam.
Sebulan lalu dua desa tetangga, yakni Hitu Messing dan Hitu Lama, Kecamatan Leihitu juga terlibat bentrok dan menyebabkan satu korban tewas. Hal yang sama terjadi antar Desa Tulehu dan Desa Liang, Kecamatan Leihitu, satu Minggu kemudian. Dalam kejadian itu, 4 warga luka-luka. (han/djo)











































