"Sudah berkali-kali dilaporin ke Dishub dan Dinas Pertambangan, tapi belum ada tanggapan," ujar Manajer Operasional Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Rene Nunumete kepada detikcom, Jumat (14/3/2008)
Dibeberkan Rene, kerusakan mesin SPBBG terjadi di Jl Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur dan Jl Pemuda Jakarta Pusat yakni sejak 1 Maret 2008. Di 2 SPBBG tersebut yang biasanya menggunakan 3 kompresor, hingga hari ini hanya menggunakan 1 kompresor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bus yang diisi BBG ada 238 bus, pengaruhnya bus datang agak lama," ucap Rene.
Rene menuturkan, bus berbahan bakar gas yakni koridor II hingga VII. TransJ setiap kali isi bahan bakar dua kali sehari. Yakni setiap pukul 06.00 WIB-11.00 WIB dan 16.00- 18.00 WIB.
"Karena kerusakan mesin SPBBG, biasanya koridor I yang tidak memakai BBG dioper ke koridor V dan VII," jelasnya.
"Kalau untuk koridor VI ditambah dari koridor IV. Koridor IV kan tempatnya dekat SPBBG Jl Perintis dan Jl Pemuda," kata Rene.
Apakah ada hubungannya dengan ancaman Perusahaan Gas Negara (PGN) yang akan menyetop pasokan gas karena BLU TransJakarta belum membayar tagihan gas? "Saya nggak tahu itu," tegas Rene.
(nik/nrl)











































