Eagle Air yang dimiliki MNC memang sudah terdaftar di Dephub sejak lama. Namun, AdamAir membantah informasi adanya penggabungan AdamAir ke Eagle Air. Pengurangan penerbangan dilakukan untuk pengetatan pemeriksaan pesawat pasca kecelakaan Adam
"Eagle Air memang anak perusahaan Global Transport (PT Global Transport Services, induk perusahaan AdamAir dan Indonesia Air Transport (IAT). Tapi segmennya beda. Segmen Eagle kan premium, full services. Mana bisa (AdamAir) bergabung," ujar Kepala Komunikasi AdamAir Danke Drajat saat dihubungi detikcom, Kamis (13/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah diajukan, tapi kita belum proses. Mengajukan untuk 50 pesawat," ujar Yurlis.
Sedangkan Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud Dephub Tri S Sunoko kepada detikcom menuturkan saat ini Eagle Air sedang dalam proses pengadaan pesawat. "Sedang dalam proses negosiasi pesawat dengan pihak Bombardier, Kanada," ujar Tri.
Menurut Tri, Eagle Air akan menggunakan pesawat Bombardier CRJ-900 dan Boeing 737-800 Next Generation (NG). Karena masih mengurus pengadaan pesawat, maka rute penerbangan juga belum diurus. "Ancer-ancernya mereka beroperasi September 2008," ujar Tri.
Ketika ditanya tentang adanya penggabungan AdamAir dan Eagle Air, Tri membantah. "Eagle ini masih baru dan full service seperti Garuda (Garuda Indonesia). Kalau AdamAir kan LCC (Low Cost Carrier)," ujar dia.
(nwk/asy)











































