Pelajar RI di Australia Diminta Waspada Aksi Pemukulan

Pelajar RI di Australia Diminta Waspada Aksi Pemukulan

- detikNews
Kamis, 13 Mar 2008 18:01 WIB
Jakarta - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Australia meminta semua pelajar Indonesia yang berada di negeri Kangguru itu waspada. Hal ini terkait pemukulan yang dialami mahasiswa Eynesbury College, Adelaide, Airlangga Hutama.

"Kami mengimbau seluruh pelajar dan rekan mahasiswa Indonesia di Australia untuk senantiasa berwaspada menghindari kejadian serupa agar tidak terulang kembali," tulis Pj. Ketua Umum PPI Australia Duddy Abdullah dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (13/3/2008).

Dalam kronologis kejadian yang dilampirkan, Duddy menjelaskan, pemukulan terhadap Airlangga terjadi pada Minggu 9 Maret lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat itu, bersama tiga rekannya yang menjadi saksi, Febriyan Hidayat, Oscar dan Rian, Airlangga sedang berjalan menuju parkir mobil di jalan Hindley depan Hotel Rockford Adelaide.

Dalam perjalanan itu keempatnya berpapasan dengan sekelompok pemuda yang berjumlah sekitar 9 orang. Para pemuda tersebut tampak dalam keadaan mabuk dan mencoba mencari gara-gara.

"Saya berjalan agak ke pinggir untuk menghindari mereka. Tapi salah satu dari mereka melakukan hal yang sama dengan mendekati kami dan membenturkan bahunya," tutur Febriyan yang menjadi saksi.

Provokasi dengan kata-kata kasar terus dilontarkan para pemuda tersebut sambil berupaya membenturkan bahu mereka. Rian dan Febrian menjadi sasaran. Sementara Oscar tidak diganggu karena mengenal salah satu dari kelompok pemuda tersebut.

Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba salah seorang dari gerombolan pemuda tersebut mendekat dan memukul Airlangga. Karena tidak menduga akan dipukul, Airlangga tidak sempat menghindar.

Pukulan dengan siku tersebut langsung membuat Airlangga tumbang dan terjatuh. Kepalanya menghantam jalan, darah segar mengalir dari bagian wajahnya. Meski tidak melanjutkan aksi pemukulan, gerombolan pemuda itu terus mengejek dan melontarkan kata-kata kasar.

Untungnya melintas dua warga lokal yang membantu. Keduanya menghalau gerombolan pemuda tersebut. Febriyan langsung menelepon polisi dan ambulans. Rian yang terluka kemudian dilarikan ke RS Royal Adelaide.

Dari pemeriksaan diketahui, wajah Rian mengalami retak di bagian tulang antara kedua mata, pipi dan bibir atas. Dokter menjelaskan dibutuhkan bedah plastik besar untuk memasang plat besi memperbaiki tulang yang retak.

Menurut Febriyan, para pelaku kini sudah diamankan oleh kepolisian setempat. Namun belim diketahui dimana mereka ditahan.

"Kami meminta pemerintah Indonesia melalui perwakilannya di Australia beserta pihak perwakilan Indonesia di Australia dalam hal ini KJRI Sidney untuk terus memantau proses pengusutan perkara," tegas Duddy.

"Solidaritas dan kesetiakawanan di antara seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia di Australia untuk saling mengingatkan dan menjaga, menjadi sangat berarti untuk mengurangi resiko. Juga untuk mengingatkan apabila kejadian yang sama menimpa rekan-rekan pelajar agar segera menghubungi perwakilan RI terdekat," imbau Duddy.
(bal/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads