"Saat ini kamiΒ masih menginventarisir terhadap seluruh alutsista tua keluaran tahun 1957. Kita sudah sudah melakukan inventarsisasi. Tapi sampaiΒ sekarang masih belum selesai. yang jelas, senjata itu memang sudah ada yang tidak bisa diperbaiki. Juga ada yang masih bisa direprofit (diperbaiki) seperti meriam, tank, dan alutsista lainnya," ujar Kepala Staf TNI AD, Jenderal Agustadi Sasongko.
Hal itu disampaikan Agustadi saat memberikan pengarahan kepada prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) Kodam V Brawijaya di GOR Hayam Wuruk, Makodam V Brawijaya, Surabaya, Kamis (13/3/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Pangdam Jaya itu menambahkan, anggaran yang didapat TNI AD tahun 2008 hanya mencapai sekitar Rp 4 triliun belum dipotong pajak. Jumlah anggaran itu, menurutnya belum ideal bagi TNI AD.
"Idealnya anggaran untuk pembelanjaan alutsista sebanyak 3 sampai 4 kali lipat dari anggaran tahun ini," terangnya.
Namun, Agustadi menegaskan meskipun anggaran kecil, TNI AD siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kami akan memaksimalkan alutsista yang sudah ada, seperti meriam buatan tahun 1957 yang sampai saat ini masih dalam tahap overhaull," tegasnya.
(roi/bal)











































