Demikian disampaikan pejabat militer AS seperti dilansir Sydney Morning Herald, Kamis (13/3/2008).
Penembakan itu terjadi di Provinsi Diyala, sebelah utara Baghdad pada Rabu siang, 12 Maret waktu setempat. Lokasi persisnya tidak diberitahu, namun dikatakan bahwa insiden itu terjadi di sepanjang jalan yang belakangan ini telah ditemukan beberapa ranjau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya penggunaan wanita sebagai pelaku bom bunuh diri di Irak. Namun menurut Leighton, prajurit AS menembak anak tersebut bukan karena mereka mengira dia akan melakukan bom bunuh diri. Melainkan karena "mereka khawatir dia memberi sinyal kepada seseorang," kata Leighton.
Tentara AS sempat memberikan pertolongan medis kepada korban di lokasi kejadian. Namun dalam perjalanan menuju fasilitas medis, korban meninggal.
"Pasukan koalisi menangani jatuhnya korban jiwa yang tak bersalah dengan serius. Insiden ini akan sepenuhnya diselidiki," tegas juru bicara militer AS lainnya, Mayor Dan Meyers. (ita/nrl)











































