"Sebenarnya kita bisa pakai pompa yang bergerak tapi memang ada keterlambatan. Memang manusianya juga harus disiagakan," ujarnya di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/3/2008).
Pria yang akrab disapa Foke ini mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sebenarnya mempunyai pompa yang bergerak untuk menyedot genangan air di Jakarta. "Jadi kalau pompa nggak berfungsi bisa pakai yang bergerak," katanya.
Untuk underpass lainnya di Jakarta, lanjut Foke, ada konstruksi dan teknik tertentu sehingga underpass tidak tenggelam. "Ada teknologinya. Buat apa kita punya insinyur," ujarnya.
Underpass Gandaria 'tenggelam' Rabu kemarin sore setelah hujan deras mengguyur. Air setinggi leher memenuhi terowongan itu sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas parah. Gandaria, Ciledug, Cipulir, Tanah Kusir, Jl Iskandar Muda, Jl Panjang, Jl Radio Dalam, hingga Senayan, macet tak bergerak.
Terowongan baru bisa dilintasi Kamis dinihari setelah banjir disedot semalaman. (ziz/nrl)











































