Keluar dari Gedung Bundar (kantor Jampidsus), Kemas yang mengenakan safari biru dongker terlihat salah tingkah ketika sejumlah wartawan mengerubunginya. Baru disapa "Pak.." dia langsung menjawab "Nanti dulu ya, saya no comment dulu. Saya ada perlu, ada rapat dengan Jaksa Agung."
Namun Kemas tidak bisa mengelak dari kejaran wartawan. Akhirnya dia meladeni wawancara soal kasus penyelewengan dana PT Pos Cabang Fatahillah, kasus pelanggaran HAM Trisakti, serta Semangi I dan II. Selesai wawancara, dia kembali pamit hendak rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya rapat rutin biasa, laporan kasus," jawab Kemas sambil berjalan.
Ketika ditanya soal Artalyta, Kemas langsung bergegas. "Udah-udah, nanti lagi ya..," katanya menuju mobilnya Toyota Altis bernopol B 1134 QZ yang terparkir di depan Gedung Bundar.
"Pak, tadi lewat belakang, ya? Kok mobilnya ada di belakang?" tanya wartawan yang sudah hafal kebiasaan Kemas datang ke Kejagung sekitar pukul 08.30 WIB.
"Saya dari tadi pukul setengah 7 sudah di sini, duluan saya dari Anda," elaknya sambil masuk ke dalam mobil.
Hingga pukul 13.20 WIB, Kemas masih di ruangan Jaksa Agung di Gedung Utama. Toyota Altis Kemas terparkir di sana.
(ana/nrl)











































