Pelajaran Banjir Belum Perlu Untuk Siswa SD DKI

Pelajaran Banjir Belum Perlu Untuk Siswa SD DKI

- detikNews
Kamis, 13 Mar 2008 12:12 WIB
Jakarta - Kurikulum pelajaran mengenai bencana alam gempa diajarkan di sekolah dasar di Bengkulu. Namun kurikulum bencana bertema banjir dinilai belum perlu diajarkan di sekolah dasar di Jakarta.

Menurut Direktur Mitigasi Bencana Bakornas Sugeng Tri Utomo, banjir bukanlah bencana yang butuh pelatihan khusus untuk menghadapinya. Kedatangannya bisa diantisipasi dari jauh-jauh hari.

"Relatif bisa diprediksi pelan-pelan. Pengenalan informasi lewat ramalan cuaca, biasanya BMG," terangnya usai diskusi Bumi Kita di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu 68, Jakarta Timur, Kamis (13/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain banjir bandang, pengurangan resiko bencana banjir bisa dilakukan dengan selalu memantau ketinggian air. Korban akibat banjir terjadi biasanya karena masyarakat menganggap remeh kenaikan air.

"Biasanya yang terjadi menganggap remeh naik pelan-pelan," ujarnya.

Saat air naik maka evakuasi dilakukan dengan perahu karet. Sugeng menjelaskan saat ini, masyarakat Jakarta yang langganan banjir sudah beradaptasi dengan bencana.

"Mereka sudah tahu arti ketinggian air di Katulampa. Terus bangunan rumahnya dibuat 2 tingkat," ungkapnya. (gah/fay)


Berita Terkait