Kapolsek Rumbai Pesisir, AKP Hari Wiyawan mengungkapkan tekadnya itu kepada detikcom, Kamis (13/3/2008) di Pekanbaru. "Kita akan terus memburu ustad Hamid itu. Tim sudah kita sebar untuk mencarinya. Di samping itu kita juga sudah mendata di mana saja pihak keluarganya berada," kata Hari.
Hamid melarikan diri saat akan ditangkap Tim Buser Polsek Rumbai Pesisir beberapa hari lalu. Ketika akan ditangkap polisi, ustad yang dilaporkan istrinya karena mencabuli anaknya itu minta izin salat. Tim Buser pun mengizinkan Hamid menunaikan salat dhuha.
Usai mengambil air wudlu, Hamid yang saat itu mengenakan jubah warna putih pun masuk ke kamar untuk melaksanakan salat dengan kawalan ketat polisi. Anggota Tim Buser lainnya mengepung rumah tersebut bersama masyarakat setempat.
Memang ada sedikit kejanggalan saat Hamid melakukan salat. Hamid bukannya berdiri sebagaimana biasa orang sehat melakukan salat, tapi Hamid berbaring seperti mayat yang dibaringkan di dalam kubur. Anggota Buser juga melihat secara jelas, saat berbaring miring ke kiblat, mata Hamid memutih dan melotot.
"Saya memang tidak percaya Hamid punya ilmu menghilang. Tapi faktanya demikian, dia bisa hilang dalam sekejap. Ini benar-benar aneh," kata, AKP Hari Wiyaman sambil geleng-geleng kepala. (cha/asy)











































