Aksi dimulai dari Bundaran Air Mancur Semarang, Jalan Pahlawan, Kamis (13/3/2008). Mereka membawa spanduk dan poster yang bertuliskan,"SBY-JK Dimana Nyalimu", "Hancurkan Mafia Peradilan," dan "Tuntaskan Kasus BLBI".
Para mahasiswa yang mengenakan jaket almamater dengan warna berbeda itu meminta pemerintah serius menyelesaikan kasus BLBI dan pembersihan mafia peradilan.
"Jika tidak sanggup, cabut saja mandat SBY-JK. Karena ini merupakan bentuk kegagalan pemerintah dalam pemberantasan korupsi," kata Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Budiyanto.
Puas di Bundaran Air Mancur, massa bergerak ke kantor Kejati Jateng yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi awal. Asintel Pudji Basuki yang menemui pendemo mengatakan, kejaksaan pasti akan mengusut kasus-kasus sesuai prosedur.
Seorang pendemo memberikan celengan kepada Pudji di teras kantor Kejati. Begitu menerima, Pudji langsung menjatuhkan celengan itu ke lantai. Pyarr!
Pudji menyapu pecahan celengan tersebut dengan sapu lidi. Seorang pendemo mengikutinya. Tepuk tangan dan teriakan "hidup mahasiswa" pun bergema.
Setelah berhasil meminta 'dukungan' Kejati, para mahasiswa mengakhiri aksinya pada pukul 10.50 WIB. Mereka kembali ke Bundaran Air Mancur. Puluhan personel Dalmas Polwiltabes tampak mengawal aksi tersebut. (try/djo)











































