"Sudah ada proyek percontohan dari Diknas dengan memasukkannya dalam kurikulum mulok (muatan lokal)," ujar Direktur Mitigasi Bencana Sugeng Tri Utomo, dalam diskusi Bumi Kita di Kedai Tempo, Jl Utan Kayu 68, Jakarta Timur, Kamis (13/3/2008).
Salah satu daerah yang sudah menerapkan kurikulum ini adalah Povinsi Bengkulu. Materinya disesuaikan dengan potensi bencana yang dimiliki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya Sugeng tidak bisa menjelaskan bagaimana keberhasilan kurikulum yang diajarkan pada siswa SD dan sederajat itu. Informasi tersebut dimiliki oleh Depdiknas.
Namun, Sugeng menyatakan setiap daerah bisa membuat kurikulum mulok-nya masing-masing. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama.
"Tidak mutlak kalau pengurangan resiko bencana milik kita," terangnya. (gah/fay)











































