Ustad Hamid kini menjadi buronan dalam dugaan kasus sodomi anak tirinya dan pelecehan seksual kepada putri kandungnya yang masih duduk di kelas III SD. Saat akan ditangkap polisi, Hamid sempat minta izin salat. Saat itulah, dia menghilang.
Namun warga meragukan keterangan polisi. Di zaman yang serba canggih sekarang ini, warga tak percaya ada orang yang memiliki ilmu menghilang. "Kami tidak percaya Pak Hamid bisa menghilang kayak di film-film. Pak Hamid bukan menghilang, tapi melarikan diri," terang Yanto (37), tetangga Hamid dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (13/3/2008) di Pekanbaru.
Dari pantuan detikcom, Hamid tinggal di rumah papan berbentuk panggung. Tepatnya di Jl. Pembangunan Gang Pembangunan No 24, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru. Rumah Hamid dikelilingi rumah warga lainnya. Di depan rumahnya, ada sebuah tembok setinggi 2 meter. Dia tinggal di kawasan itu sejak sepuluh tahun silam.
Menurut Yanto, ketika polisi datang menangkap beberapa hari lalu, ustad cabul ini memang minta izin untuk salat. Tapi bukan untuk salat zuhur, sebab saat itu jam baru menunjukkan pukul 11.00 WIB.
Hamid juga bukan melakukan salat di rumahnya, tapi menumpang di rumah tetangganya. Yanto juga mengaku melihat Hamid saat dengan cara berbaring dengan mata memutih dan melotot. Saat itu memang di sekitar rumah sudah dikepung Tim Buser.
"Tapi menurut cerita warga lainnya, Pak Hamid bukan menghilang begitu saja. Warga di sini ada yang melihat dia melarikan diri lompat dari jendela tempat dia salat. Selanjutnya melompat tembok yang ada di depan rumahnya. Saya memang tidak melihat langsung kejadian itu, tapi kami yakin Hamid itu melarikan diri, bukan menghilang," kata Yanto yang rumahnya berada di sebelah kiri rumah Hamid.
Malah masih cerita Yanto, ada Tim Buser yang mengepung Hamid berteriak. "Hamid lari, kejar...," kata Yanto menirukan teriakan salah satu Tim Buser. Warga lainnya, Efendi (57), juga tidak percaya kalau tetangganya itu dapat menghilang begitu saja.
"Soalnya warga di sini juga masih melihat bekas tapak kaki Hamid, sendalnya juga masih tertinggal di depan kamar tempat dia salat. Kami tidak percaya dia punya ilmu menghilang, paling-paling polisinya aja yang teledor," kata Efendi.
Minta izin salat kepada polisi, kata Efendi, itu cuma akal bulus Hamid untuk dapat melarikan diri. "Jadi polisi saja yang mungkin telah lalai untuk menangkap Hamid," kata Efendi. (cha/asy)











































