Usai memaparkan dan menjawab semua pertanyaan anggota Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3/2008), Mahfud menyampaikan terimakasihnya. Setelah itu, dia pun bersiap meninggalkan ruangan.
Politisi PKB ini mengabaikan sekotak jajan yang memang disediakan untuknya. Dia melenggang begitu saja tanpa membawa kotak kertas oranye berisi kue-kue, duku, permen, dan air mineral itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu halal. Itu uang negara. Tidak ada unsur korupsinya," sambung yang lain.
"Dimakan dulu, Pak," celetuk lainnya.
Mahfud yang semula tidak berniat membawa makanan itu pun berbalik lagi ke mejanya. Dia lantas mengambil kotak itu sembari berkata, "Kalau disuruh bawa ya saya bawa."
"Eh, dibawa juga. Ha ha ha," cetus anggota Komisi III Lukman Hakim Syaifuddin yang disambut tepuk tangan anggota lainnya.
Peserta seleksi lainnya, Munir Fuadi, datang ke DPR sejak pukul 12.00 WIB. Namun berjam-jam menunggu, dia belum juga dipanggil anggota Komisi III. Akhirnya, dia pun meninggalkan ruang tunggu.
Pukul 16.30 WIB, giliran Munir yang akan dites. Namun petugas sekretariat Komisi III tidak menemukan sosoknya di ruang tunggu. Dia pun berteriak-teriak mencari Munir. "Pak Munir, silakan masuk," ujarnya berkali-kali.
5 Menit berlalu. Yang ditunggu belum juga masuk ke ruangan. Akhirnya petugas sekretariat mencarinya ke berbagai penjuru Gedung DPR. Ternyata, Munir berada di toilet. Si petugas pun menarik nafas lega, dan mempersilakan yang bersangkutan masuk ke ruangan Komisi III.
(nvt/nrl)











































