Pada Sabtu 8 Maret 2008, Menteri Senior Singapura Lee Kuan Yew mengatakan Kastari bisa menggalang dukungan di Indonesia dan melancarkan serangan. Hal itu terkait keberadaan Kastari yang diduga sebagai salah satu pimpinan Jamaah Islamiyah (JI).
Kepala BIN Syamsir Siregar menyangkal kabar yang menyebut Kastari akan membangun kembali jaringan di Indonesia. Hal itu dia sampaikan usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kementerian Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (12/3/2008). Berikut petikan wawancaranya:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak. Mudah-mudahan, kalau dia lari kemari kita tangkap.
Tapi kemungkinan Kastari bergabung dengan JI, bagaimana?
Orang itu kan baru dugaan. Dulu saja dia larinya nggak kemari. Dia lari ke Thailand dulu baru ke Filipina, baru ke Indonesia.
Kira-kira Kastari sekarang di mana, Pak?
Sampai sekarang ini belum tahu. Saya masih yakin itu masih ada di Singapura.
Jadi belum masuk ke Indonesia, Pak?
Saya masih yakin di Singapura
Asumsinya bagaimana Pak?
Orang Singapura sendiri pun nggak tahu dia kemana larinya.
Kok Bapak yakin Kastari di Singapura?
(Syamsir terdiam)
Jadi pernyataan dari Singapura itu hanya menakut-nakuti saja ya, Pak?
Kenapa takut sih. Satu orang saja kok takut.
Kan nanti ketemu JI lagi?
Siapa bilang.
Jadi nggak bener, Pak?
Nggak. (fiq/ana)











































