Ternyata gara-gara hal sepele. Mahfud MD lupa mencabut pin anggota DPR yang menempel di jasnya hitam yang dikenakan dalam fit & proper test di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/3/2008).
Mahfud baru menyadari masih memasang pin keanggotaannya saat selesai membacakan paparan visi dan misinya jika terpilih sebagai hakim konstitusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud terlihat kaget. "Ini bukanlah pin DPR, tapi ini MPR," celetuk Mahfud sambil mencopot pinnya di hadapan mantan koleganya sesama anggota Komisi III DPR itu.
"Sama aja itu," kata Aziz tersenyum.
Lalu Aziz menyilakan sesi tanya-jawab dimulai. Namun asisten Mahfud terlebih dulu membagi-bagikan resume paparan Mahfud ke seluruh anggota komisi.
Mahfud juga membawa bukti-bukti sebagai pengajar di sejumlah perguruan tinggi negeri terkemuka, tulisan-tulisannya di sejumlah media massa ternama, dan buku-buku karyanya.
"Mantap. Orang Madura memang mantap," kata anggota Fraksi Partai Golkar Aulia Rachman melihat aksi Mahfud.
Seperti halnya Akil Mochtar, sesi tanya jawab dengan Mahfud pun berlangsung seru. Selain menguasai Hukum Tata Negara, Mahfud juga kenyang dengan pengalaman politik sebagai anggota DPR. (aba/nrl)











































