Kedatangan jenazah Sondang ini cukup telat karena lamanya prosedur untuk mencocokkan DNA korban dengan keluarganya yang dilakukan di Korea Selatan.
Jenazah akan diberangkatkan dari Nepal dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial menuju Jakarta melalui Singapura, Pesawat Singapore Airlines.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya jenazah Sondang akan dimakamkan pada Jumat 14 Maret pukul 10.00 di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, dengan inspektur upacara Wakil Kepala Staf AL Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo.
"Setelah mendapat persetujuan dari Panglima TNI, almarhum akan menerima penghargaan dengan dinaikkan pangkatnya satu tingkat lebih tinggi menjadi kolonel anumerta dan menerima tanda jasa bintang Jalasena Nararya," kata Kadis Penerangan AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
Sondang meninggal setelah helikopter milik Rusia yang ditumpanginya saat mengemban tugas sebagai misi perdamaian PBB (United Nation Mission in Nepal/NMIN), di Nepal, pada 4 Maret lalu. Sondang ditugaskan sebagai kepala seksi pembinaan.
Sebelum melaksanakan penugasan misi PBB di Nepal, almarhum juga pernah mengikuti misi PBB lainnya di Kongo tahun 2000 dan menerima berbagai tanda jasa penghargaan.
Perwira menengah lulusan akademi AL tahun 1988 ini meninggalkan seorang istri dan dua orang putra. (ptr/nrl)










































