Kelima calo itu adalah Dodi Laksmono Hadi (36), Ridiyanto (53), Suhardi alias Ko Amin (45), Wayidi alias Pak Dhe (53) dan Yanto (49).
"Satu STNK palsu saya dapat Rp 40 ribu. Kalau BPKB Rp 300 ribu," kata Pak Dhe kepada detikcom di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Rabu (12/3/2008).
Β
Aksi mereka terendus polisi ketika ada transaksi STNK palsu di Cilandak, Jakarta Selatan. Ketika polisi menangkap, Pak Dhe sedang bertransaksi dengan warga Cilandak, Mohamad Sajidin (56). Pak Dhe langsung tertangkap basah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari mulut tersangka, terungkap Pak Dhe beroperasi bersama keempat temannya. Mendengar informasi tersebut polisi bergerak cepat. Mereka pun berhasil mendapatkan empat calo lainnya.
"Saya bikin ke Mail (56), di daerah Cengkareng," tuturnya dengan wajah luka lebam.
Hasil palsuannya sebetulnya tidak terlalu bagus. Secara kasat mata, STNK palsu tampak kasar, tidak ada hologram dan buram. "Pelaku pemalsu masih dikejar. Warga harus hati-hati. Teliti sebelum membeli motor bekas," kata Kapolres Jaksel Kombespol Chairul Anwar.
Kini, kelimanya meringkuk di sel Polres. Selain mengamankan surat palsu, polisi juga diamankan enam motor bodong, 2 unit mobil, 7 STNK palsu dan 2 BPKB palsu.
"Selain menjadi calo, mereka juga membeli motor bodong untuk dibikin STNK palsu lalu di jual. Ini jaringan besar," pungkasnya.
(asp/mly)











































