Dalam aksi yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (12/3/2008) itu, mereka membawa karikatur yang menggambarkan Jaksa Agung Hendarman Supandji bergandeng tangan dengan obligor BLBI Anthony Salim dan Sjamsul Nursalim. Mereka meminta KPK mengambil alih penyelidikan kasus BLBI.
Sah-sah saja mereka berdemonstrasi. Namanya juga demokrasi. Tapi, kesan keseriusan mereka cukup terganggu dengan tulisan-tulisan spanduk yang mereka bawa. Dilihat dari banyaknya salah ejaan, sepertinya memang pembuat spanduk kurang mengetahui bagaimana tulisan yang benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ada spanduk lain yang memiliki kesalahan lebih banyak. "Amanah untuk Rakyat KPK. Tegakan Hukum Ambil Alih Mega Sekandal BLBI Anthony Salim dan Sjamsul Nursalim Perampok Uang Rakyat."
Kalimatnya cukup menghibur. Namun, penulisan 'tegakan' seharusnya ditulis 'tegakkan', sedangkan tulisan sekandal seharusnya 'skandal'.
Memang bukan hal prinsip dalam berdemo. Namun, tulisan-tulisan yang salah dalam spanduk memang bisa membuat banyak orang tersenyum, padahal aksi demo mereka tampak serius.
(asy/nrl)











































