Peristiwa ini menimpa Angelique Sutcliffe di Inggris. Perempuan berusia 47 tahun itu lumpuh setelah punggungnya disuntik dengan cairan tersebut sebelum melahirkan bayi perempuannya pada Januari 2001.
Anestesi yang digunakan ternyata telah terkontaminasi dengan chlorhexidine, cairan yang digunakan untuk membersihkan pasien sebelum operasi. Buntutnya, usai operasi caesar, Sutcliffe mengalami kerusakan syaraf.
Insiden itu menimbulkan kondisi langka yang disebut chronic adhesive arachnoiditis, nyeri yang membuat lemah punggung, leher dan anggota tubuh lainnya. Sutcliffe kini tidak bisa menggunakan kedua kaki dan tangannya.
Pengadilan Tinggi London menolak banding yang dilakukan Rumah Sakit Aintree Hospital di Liverpool atas putusan pengadilan sebelumnya yang menyatakan RS tersebut telah lalai. Demikian putusan pengadilan seperti dilansir News.com.au, Rabu (12/3/2008).
"Saya harap putusan hari ini akan memastikan prosedur di meja operasi diperketat. Saya tidak ingin ini terjadi pada orang lain," kata Sutcliffe yang menyambut gembira putusan pengadilan. Wanita Inggris itu kini bersiap melanjutkan gugatan bernilai jutaan pouds terhadap RS tersebut. (ita/nrl)











































