Koordinasi penanganan banjir lintas provinsi, kabupaten/kota daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo tersebut digelar di The Sunan Hotel, Solo. Acara dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto.
Dalam sambutan pembukaan, Menteri PU menegaskan persoalan yang terjadi di Bengawan Solo tidak akan terpecahkan tanpa ada penanganan terpadu dan holistik yang melibatkan semua elemen dan pihak kepentingan serta masyarakat luas yang pelaksanaannya mengacu pada UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinasi tersebut dihadiri Pemprov Jateng, Pemprov Jatim, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo serta para bupati di Jateng dan Jatim yang daerahnya dilewati Bengawan Solo dari kawasan hulu hingga hilir.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan, menurut Djoko, adalah penataan ruang, rehabilitasi hutan dan lahan, pengendalian daya rusak air, pengelolaan kualitas air, penanganan sumber daya air yang efisien dan berkelanjutan serta pengelolaan yang terpadu.
Djoko juga berharap semua pihak ikut serta dalam penanganan Bengawan Solo. Dia juga berharap LSM ikut serta ambil bagian dan akan mendukung ide-ide dari LSM yang dinilai perlu direalisasikan. Masyarakat juga harus dilibatkan untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga sumber daya air. (mbr/asy)











































