Washington -
Pemerintah AS memuji Indonesia karena secara umum menghormati hak-hak asasi (HAM) warga negaranya. Namun AS juga menyebutkan sejumlah masalah besar yang masih mendera Indonesia.
Demikian disampaikan dalam Laporan HAM Departemen Luar Negeri AS tahun 2007 seperti dilansir kantor berita
AFP, Rabu (12/3/2008).
Dalam laporan tahunan itu dinyatakan, pemerintah RI di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono "pada umumnya menghormati hak-hak asasi warga negaranya."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dikatakan pula, lemahnya institusi hukum, terbatasnya sumber daya dan kurangnya tekad politik telah mengganggu akuntabilitas atas pelanggaran-pelanggaran serius yang terjadi di masa lampau. Misalnya termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan, kondisi penjara yang buruk, kekebalan hukum terhadap otoritas penjara, serta korupsi dalam sistem pengadilan.
Dalam laporan itu, AS juga menempatkan Korea Utara dan Myanmar sebagai para pelanggar HAM terparah di dunia.
(ita/nrl)