Pengamatan detikcom, Rabu (12/3/2008) pukul 07.00 WIB, jalan-jalan rusak tampak ditambal dengan semen dan dikelilingi batu-batuan serta dedaunan sebagai tanda bagi pengendara agar tidak melintas di tambalan jalan yang belum kering itu.
Papan peringatan bagi pengendara yang bertuliskan "Hati-hati ada pekerjaan perbaikan jalan" terlihat mejeng di jalan yang telah ditambal itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan Soegiono Masih Rusak
Berbeda dengan Jalan Raya Kalimalang, jalan rusak penuh genangan air dan macet menjadi sarapan pagi pengendara yang melintas di Jalan Kolonel Soegiono, Jakarta Timur.
Lubang-lubang terjal masih menghiasi jalan itu. Spanduk imbauan agar pengendara berhati-hati pun belum dipasang. Jalan berlubang itu hanya ditimpa batu-batu besar yang terjal. Kerusakan diperparah dengan air setinggi mata kaki yang menggenangi lubang-lubang jalan.
Pengendara mobil dan motor yang melintas tampak mengurangi kecepatannya. Akibatnya kendaraan padat merayap hingga 500 meter. Bagi bikers, diizinkan melintasi separo lajur berlawanan arah. Beberapa polisi tampak sibuk mengatur arus lalu lintas yang semrawut tepatnya di depan rumah sakit Duren Sawit.
Kemacetan juga terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur. Pengendara yang melintas tampak tersedat dan terhenti akibat mobil-mobil keluar dari mulut gang.
Pembangunan proyek banjir kanal timur (BKT) tampak menggeliat. Alat-alat berat dikerahkan meratakan tanah dan bangunan. Kemacetan di jalan itu juga disebabkan adanya truk-truk proyek BKT yang parkir di depan kompleks Cipinang Indah, Jakarta Timur. Kemacetan hingga 1 kilometer menuju arah Kampung Melayu. (aan/nrl)











































