Rencana dengan Prabowo & Kritik Capres Tua

Pius Lustrilanang:

Rencana dengan Prabowo & Kritik Capres Tua

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 08:53 WIB
Rencana dengan Prabowo & Kritik Capres Tua
Jakarta - Nama Pius Lustrilanang melambung sebagai aktivis yang menjadi korban penculikan tentara saat rezim Soeharto. Ia hilang selama dua bulan setelah menjenguk seorang temannya yang sakit dan dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Salemba Jakarta, pada 4 Februari 1998.

Setelah dibebaskan dengan berani Pius memberikan kesaksian kepada Komnas HAM tentang penculikan yang dialaminya. Putra pasangan Profesor Djamilus Zainuddin (alm) dan Fransiska Sri Haryatni merupakan orang pertama yang berani membuka kisah penculikannya. Ia mengambil risiko berbicara meski nyawa jadi taruhan.

Selama diculik, Pius disiksa, disetrum, ditelanjangi di suatu tempat yang sampai sekarang tidak diketahui pasti entah di mana. Kini setelah 10 tahun berlalu, Pius menganggap kisah penculikannya hanya masa lalu.

"Iitu sudah lalu dan saya tidak mau membahasnya lagi lebih dalam karena sudah sering dibahas di media. Saya akan jadikan pengalaman itu menjadi investasi politik untuk partai saya," kata Pius saat ditemui detikcom.

Sekarang Pius mantap memimpin Partai Persatuan Nasional (PPN), partai politik yang didirikannya. Pius ingin menjadikan PPN sebagai wadah bagi aktivis 1998 untuk berpolitik. Ia tidak rela teman-temannya sesama aktivis menjadi kehilangan karakter setelah masuk partai politik.

"Saya menjamin siapapun anak muda yang mau masuk PPN tidak perlu takut kehilangan karakternya. Namun yang pasti harus kritis," tandas suami Aurelia Dheasy Suzanti ini.

Bagaimana kisah lahirnya PPN? Bagaimana Pius akan membesarkan partai ini? Lalu apa rencananya dengan Prabowo?

Berikut wawancara khusus Ronald Tanamas dari detikcom dengan Pius Lustrilanang di kantor pusat Partai Persatuan Nasional Jakarta Selatan, Jalan Bhakti Cilandak, Jakarta Selatan :

Bisa diceritakan awal berdiri Partai Persatuan Nasional?


Awalnya berdasarkan kekuatan-kekuatan nasional yang disatukan melalui sebuah partai. Lalu banyak tokoh yang berkeinginan bergabung dan diminta untuk memimpin termasuk salah satunya Sophan Sophiaan dan menjadi fasilitatornya Arifin ponogoro.

Entah kenapa upaya ini tidak terwujud dikarenakan masing-masing ketua partai akhirnya mengedepankan egonya. Pertama masing-masing ingin dan mau jadi ketua umum. Kedua, disebabkan masalah lambang, masing-masing juga ingin idenya terhadap lambang yang diajukan disetujui.

Ada beberapa yang akhirnya hampir berhasil. Diantaranya PDIP Mega, PDIP Suryadi, dan kita sendiri. Namun akhirnya bubar karena harus ikut dan pakai nama mereka.

Teman-teman yang masih muda tetap mau mendirikan sebuah partai, akhirnya saya tetap ngotot untuk tetap dilanjutkan dan akhirnya maju sendiri.

Kenapa anda ngotot untuk tetap maju dan mendirikan partai ?

Karena menurut kita sudah saatnya anak-anak muda tampil. Karena banyak sekali aktivis dari angkatan 98 maupun yang sebelum itu, tepatnya angkatan 80 an, mereka tercerai berai dalam banyak kekuatan kemudian masuk partai, tapi kehilangan karakter. Karena dengan masuk ke sebuah partai, kita harus disiplin dan mempunyai loyalitas jika mau maju di partai kita harus punya patron.

Di partai ini, karena kita bangun bareng-bareng, ya silakan diwarnai. Saya menjamin siapapun anak muda yang mau masuk tidak perlu takut kehilangan karakternya. Namun yang pasti harus kritis. Punya semangat pemberontak silakan, tapi yang penting kita harus disiplinkan diri dan tunduk pada cita-cita bersama.

Kapan mulai diresmikan Partai Persatuan Nasional ini ?

PPN ini sebenarnya disiapkan sejak bulan Oktober tahun 2007. Namun setelah melalui diskusi-diskusi dan menjadi matang pada bulan Desember. Tanggal 17-18 Desember 2007 kita melakukan sarasehan dan lahir sebuah nama Partai Persatuan Nasional.

Mengapa lambangnya seperti banteng ?

Lambang Banteng ini menggambarkan tekad nasionalis Indonesia. Kita juga ingin mewarisi semangat itu. Tapi kita mengartikannya dengan semangat anak muda dan pemahaman kita terhadap situasi terkini dari bangsa ini.

Warna merah yang menjadi background warna merupakan simbol dari partai nasionalis di Indonesia. Yang menginginkan sebuah perubahan dan mewakili dari pikiran-pikiran politik tertentu. Lambang tersebut merupakan kebebasan, kedewasaan dan solidaritas sosial yang merupakan fundamental dari partai pembangunan nasional.

Siapa saja aktivis 98 yang sudah bergabung dengan partai ini ?

Di sini ada mantan aktivis PRD dari Jawa timur, mantan aktivis dari Aldera dan Forum Nasional seperti dari Bandung, Bogor, Semarang dan Surabaya. Juga ada mantan tokoh dari PDIP dan partai besar lainnya.

Saat ini banyak sekali partai anak muda yang bermunculan menjelang pemilu 2009 ?

Memang sudah saatnya anak muda diberikan ruang untuk mengapresiasikan pikiran dan pengalamannya. Yang tua harusnya sudah sadar diri dan mundur secara perlahan agar tidak malu karena terlalu berambisi untuk terus memimpin, padahal tenaga sudah tidak ada.

Anak muda di sinikan maksudnya yang berusia di bawah 50 tahun. Saya sendiri masih di bawah 40 tahun. Yang tua juga sudah harus bisa menerima kalau nantinya dibawahi oleh anak muda. Saya sendiri akan menanamkan kapada kader saya untuk bisa mendisiplinkan diri dengan tidak memandang usia. Saya seperti ini karena saya mempunyai massa dan dididik dari kalangan tentara.

Bagaimana anda membiayai partai ini ?

Pembiayaan partai ini ada beberapa dari celengan yang disumbangkan dari kawan-kawan. Tapi ke depan kita berharap ada donator-donatur potensial yang memang mau berinvestasi terhadap kita politisi muda. Saya berharap para pengusaha di negeri ini mau merubah mindset-nya untuk tidak hanya membantu politisi tua yang sedang manggung.

Sejauh ini kita sudah bisa melalui tahap pertama yang ditentukan oleh Departemen Hukum dan Ham dan kita mempunyai cabang di 22 propinsi dengan 200 kabupaten dan kotamadya.

Alasan berdirinya kantor partai di daerah dekat Marinir ?

Karena dari dulu saya ingin sekali mempunyai sebuah kantor dekat dengan basis tentara. Dan kebetulan ada kader dari partai ini yang mempunyai rumah dekat basis Marinir dengan harga yang khusus. Dan anda bisa lihat keadaan di dalam kantor ini seperti apa. Dasar saya adalah saya pernah mempunyai basis massa bernama Brigas ( Brigade Siaga Satu ) yang intinya menggunakan sistem militer.

Bagaimana dengan pengalaman pahit anda yang pernah menjadi korban penculikan?


Menurut saya itu sudah lalu dan saya tidak mau membahasnya lagi lebih dalam karena sudah sering dibahas di media. Saya akan jadikan pengalaman itu menjadi investasi politik untuk partai saya. Bukannya saya dendam karena di dunia politik tidak ada kawan dan lawan yang abadi.

Perlakuan seperti apa yang dilakukan oleh tentara khusus itu kepada anda ?

Anda bayangkan saja tentara khusus yang sedang desersi disuruh menangani mahasiswa. Contoh kongkretnya seperti pembunuhan bos PT Asabri seperti itulah perilakunya. Tapi sekali lagi itu hanya masa lalu yang akan menjadi sejarah dalam hidup saya.

Tokoh- tokoh siapa saja yang berdiri di belakang anda dan bagaimana struktur organisasi dari partai ini ?

Selain beberapa tokoh yang saya sebutkan seperti Sophan Sopian dan Arifin ponogoro, saya juga dikabarkan dekat dengan Prabowo dan Sutiyoso. Padahal Prabowo sendiri juga mempunyai partai yang berasaskan nasionalis juga dan saya juga mempunyai partai.

Untuk masalah struktur organisasi partai yang baru tertulis hanya 10 orang saja di dalam DPP ini. Namun jika ke depannya nanti partai ini bergabung dengan punya Prabowo mungkin saja terjadi.

Tujuan dari pembuatan struktur ini untuk sekadar memenuhi syarat saja dan lolos tahap pertama. Tahap kedua sedang kita persiapkan untuk memperbaharui semua kekurangan yang dialami oleh partai ini. Dalam waktu kurang lebh 2 bulan saya akan penuhi semua kekurangan yang ada di partai ini.

Partai anda disebut sebagai partai anak muda yang serius, setujukah dengan sebutan itu ?

Sebenarnya keseriusan itu tergantung bagaimana cara kita menyikapinya saja. Mungkin sebagian orang mengenal saya dan mengatakan seperti itu karena terlalu dekat dengan militer dan punya pengalaman pahit juga dengan militer. Tapi sebenarnya saya tidak suka dengan birokrasi yang berlebihan yang saya terapkan adalah kedisiplinan dan kesetiaan di dalam pertemanan untuk mendapatkan cita-cita bersama.

Bagaimana anda melakukan penyebaran dan melengkapi persyaratan dengan begitu cepat sehingga bisa memenuhi persyaratan untuk tahap pertama ?

Saya ini aktivis dan anggota di partai ini juga aktivis. Jadi kami melakukan tanya jawab sebelumnya dan menanyakan siapa saja yang bisa membantu atau mempunyai akses cepat dalam mewujudkan cita-cita bersama ini. Jika sesuatu hal dilakukan dengan keseriusan dan sungguh-sungguh pasti akan diberikan jalan kemudahan.

Saya saat ini berprinsip siapa saja yang berniat bergabung ke dalam partai ini silakan. Namun harus sungguh-sungguh. Dan untuk mengontrol itu semua, saya tegaskan untuk satu pintu. Sedangkan untuk pengontrolan ke daerah saya lakukan sendiri.

Sebanyak 18 provinsi yang menjadi DPD sudah saya sambangi. Saya tidak meminta perlakuan istimewa kepada DPD. Di sini semua sama namun sekali lagi harus disiplin demi kepentingan dan cita-cita bersama. (ron/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads