Jika Ada Solusi Happy Ending, 41 PTN Siap Gabung SPMB

Jika Ada Solusi Happy Ending, 41 PTN Siap Gabung SPMB

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 07:40 WIB
Jika Ada Solusi Happy Ending, 41 PTN Siap Gabung SPMB
Nusa Dua - 41 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) keluar dari Perhimpunan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) karena berbeda pendapat soal pengelolaan dana formulir peserta tes masuk PTN. Namun, jika ada kesepakatan dengan Perhimpunan SPMB, 41 PTN siap bergabung kembali.

"Saya tidak berhak untuk menghapuskan (SPMB). Kita mengusulkan pada Dirjen Dikti agar penerimaan nasional dilakukan di luar SPMB. Tapi syukur-syukur nanti terjadi happy ending akan kembali menjadi satu," ujar Rektor Unair Prof Dr H Fasich, Apt.

Hal itu disampaikan Fasich setelah melakukan pertemuan dengan pejabat Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di Ruang Bougenvil, Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Rabu (12/3/2008) dinihari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tidak, maka 41 PTN akan mengadakan ujian masuk sendiri bernama Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional (UMPTN). UMPTN ini akan berbentuk paguyuban. "Ini sementara, nanti kita diskusikan. Rektor akan melakukan kerjasama yang lebih baik," kata Fasich.

UMPTN, lanjutnya, tak akan merugikan mahasiswa. Panitia nasional pun akan dibentuk bila UMPTN akan dijalankan.

"Pasti. Dengan kebersamaan nasional, harus ada panitia secara nasional yang akan mengkoordinasikan seluruh kegiatan penyelenggaraan secara nasional. Justru itu concern kami untuk memberikan layanan sebaik-baiknya. Dan akses seluasnya bagi calon mahasiswa," imbuh Fasich.

Jika UMPTN diadakan, maka kemungkinan akan ada 2 panitia ujian seleksi masuk mahasiswa baru. Apakah masih ada kemungkinan bekerjasama dengan SPMB?

"Kalu prinsip beda, mana mungkin bisa kerjasama. Tapi kami usahakan meminimalisir (perbedaan)," ujar Fasich.

Menurut Fasich, jika kerjasama itu bisa dilakukan dan UMPTN diberi akses, mahasiswa tak perlu ikut ujian 2 kali. "Itulah yang kami upayakan. Agar sebesar-besarnya keuntungan diperoleh masyarakat," tandasnya.
(nwk/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads