"Betul ada resolusi PBB yang menyangkut segi bisnis, dan kita sudah mempertimbangkan segalanya. Kerjasama energi kita ini murni tidak terkait nuklir," kata SBY di Wisma Negara Saad Abad, Teheran, Selasa (11/3/2008) seperti dilaporkan wartawan detikcom Luhur Hertanto.
Presiden menjelaskan, kerjasama energi yang tengah dikembangkan RI bersama Iran adalah minyak dan gas. Yaitu kesepakatan dengan Pertamina untuk membangun kilang minyak bersama antara pihak Iran-Malaysia di Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk gas, pihak Pertamina tengah menjajaki peluang melakukan eksplorasi bersama Iran di ladang Laleh. Kepentingan Indonesia dalam ekplorasi tersebut adalah menambah dan mengamankan suplai LPG di dalam negeri.
"Lalu pihak Pusri akan membangun industri petrokimia di Iran. Kalau ini terwujud kebutuhan pupuk kita di dalam negeri bisa kita atas bersama," pungkas SBY.
(lh/bal)











































