SBY Tak Was-was ke Iran

Laporan dari Teheran

SBY Tak Was-was ke Iran

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 01:10 WIB
Teheran - Kunjungan kenegaraan Presiden SBY ke Teheran yang bertepatan dengan disahkannya resolusi baru DK PBB untuk krisis nuklir Iran, sama sekali tidak berarti RI mengambil posisi berseberangan dengan pihak Barat. Kunjungan tersebut merupakan hak Indonesia sebagai negara berdaulat.

Demikian tegas Presiden SBY dalam keterangannya pada wartawan di Wisma Negara Saad Abad, Teheran, Selasa (11/3/2008) seperti dilaporkan wartawan detikcom Luhur Hertanto.

"Saya mengunjungi Iran tanpa ada perasaan was-was tentang keinginan DK PBB. Kunjungan ini kita lakukan sebagai negara yang berdaulat," tegas SBY.

Menurut presiden, sekarang ini sudah bukan lagi era perang dingin. Di mana satu negara bergabung dalam blok tertentu dan berhadapan secara bermusuhan dengan blok lainnya.

Era masa kini adalah era membangun kemitraan luas dengan negara-negara sahabat untuk kesejahteraan rakyat. Di dalam keperluan itulah Pemerintah RI memenuhi undangan dari Presiden Mahmoud Ahmadinejad untuk adakan kunjungan balasan.

"Tidak berarti kalau saya berkunjung ke Iran, kita menabuh genderang perang ke AS dan Eropa. Sebaliknya kalau saya ke AS dan Eropa bukan lalu kita bertentangan dengan Iran," jelasnya.

Lebih lanjut presiden menyatakan, dalam persahabatan antar bangsa tidak tertutup ada perbedaan pendapat atas sesuatu hal. Tapi hal itu bukan alasan untuk menghentikan kerjasama yang telah terbina.

"Sebagai negara yang bersahabat sekali-sekali ada berbeda pendapat. Tapi kerjasama tidak boleh putus karena isu yang berbeda," ujarnya.
(lh/bal)


Berita Terkait