Sabun Batangan Aussie untuk Teroris Bom Bali

Sabun Batangan Aussie untuk Teroris Bom Bali

- detikNews
Rabu, 12 Mar 2008 01:07 WIB
Jakarta - Sabun yang satu ini tak hanya membersihkan tubuh saat mandi, tapi juga menimbulkan kontroversi. Begitu terlarut dalam air, foto antiair bercitra narapidana Arab akan ditemukan di dalamnya. Hasilnya, akan disumbangkan pada napi di Teluk Guantanamo, Kuba.

Guantanamo Garden, merk sabun batangan kontroversial yang diluncurkan perusahaan raksasa kosmetik Lush seperti dilansir news.com.au, Rabu (12/3/2008). Warna sabunnya pun oranye, seperti seragam napi di Teluk Guantanamo, Kuba yang milik Amerika Serikat itu.

Lush memang memproduksi sabun itu atas permintaan dari organisasi amal hak asasi manusia (HAM) Reprieve. Tujuannya, manyadarkan masyarakat akan adanya pelanggaran HAM di penjara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai perusahaan kita ingin masyarakat sadar tentang isu Teluk Guantanamo melalui sebuah produk perlengkapan mandi. Tapi pada akhirnya, itu karena Reprieve, dan napi di Guantanamo yang membuat kita terus yakin untuk maju," ujar Manajer kampenye Lush Andrew Butler.

Hasilnya, lanjutnya, akan diserahkan ke Reprieve. "100 persen hasil penjualan Guantanamo Garden sepenuhnya diserahkan ke Reprieve," kata Buttler.

Pernyataan Butler itu menimbulkan kontroversi di Australia. Beberapa warga Australia menganggap donasi penjualan sabun itu ke penjara Guantanamo sama saja dengan mendukung teroris bom Bali. Tersangka utama bom Bali Riduan Isamuddin alias Hambali ditangkap tahun lalu dan ditahan di penjara Guantanamo.

"Kenapa Lush melakukan ini? Apakah mereka ingin mempromosikan dirinya dengan subyek kontroversial atau memang betul-betul peduli pada napi di Guantanamo?," ujar Tobias Elwood, yang saudaranya Jonathan, tewas menjadi korban Bom Bali tahun 2002 silam.

"Pasti ada jalan lain mendidik generasi muda dalam teroris global daripada membuat bom mandi yang menjijikkan itu," tandas Elwood. (nwk/bal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads