"Yang penting esensinya, jangan di mana hilangnya, di mana letaknya," kata Kalla saat memberikan sambutan HUT Harian Suara Karya ke-37 di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (11/3/2008).
Kalla mengaku dirinya juga penasaran dengan isu Supersemar ini. Kalla pun lantas bertanya kontroversi ini kepada salah satu orang yang terlibat, Jenderal M Jusuf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu, lanjut Kalla, M Jusuf justru tidak menjawab pertanyaan itu. M Jusuf justru menjelaskan saat itu Indonesia sedang berada di ambang perang saudara.
"Kemungkinan kedua adalah kudeta, dua-duanya jelek. Sekali terjadi kudeta, akan muncul kudeta lagi. Lihat saja Thailand, sudah 37 kali terjadi kudeta," tuturnya.
Menurut Kalla, dirinya setuju dengan penjelasan almarhum M Jusuf itu. "Saya sepaham dengan prinsip itu, penyelesaian masalah," ujarnya.
(ary/bal)











































