Hal ini disampaikan Presiden Mahmaoud Ahmadinejad dalam keterangan pada wartawan usai pertemuan bilateral dengan Presiden SBY di Kantor Kepresidenan Iran, Teheran, Selasa (11/3/2008).
”Saya sampaikan terimkasih atas sikap Indonesia di DK PBB yang adil dan berlandaskan hukum. Insya Allah ini menjadi inisiator keadilan di organisasi tersebut dan mengubah struktur DK PBB yang sekarang ini tidak bisa menjamin keamanan dunia,” ujar Ahmadinejad.
Berdasar pengalamanya saat berkunjung ke RI dua tahun lalu, Ahmadinejad menyatakan bahwa hubungan Iran-RI yang punya kedekatan spiritual dan bersejarah harus semakin diperluas cakupannya. Tidak hanya kerjasama bilateral yang saling memberi manfaat penduduk dua negara, tapi juga bagi stabilitas perdamaian dunia.
”Saya dan Presiden SBY sudah seperti saudara. Kami akan mengambil langkah-langkah bersama di tingkat internasional dan saling memberi manfaat,” sambungnya.
Sementara Presiden SBY dalam pidatonya menyatakan, pemerintahannya konsisten mendukung pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Merujuk laporan IAEA bahwa telah terjadi kerjasama yang semakin baik dalam penyelesaian krisis nuklir, maka tidak tepat bila DK PBB menjatuhkan sanksi baru bagi Iran.
”Justru kerjasama itu harus terus dilanjutkan, agar tidak dibawa ke isu politis. Tapi tetap di masalah teknis pernukliran,” tegas SBY.
(lh/ana)










































