Macet Akibat Perburuan Kastari Tak Juga Berakhir

Macet Akibat Perburuan Kastari Tak Juga Berakhir

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2008 12:10 WIB
Macet Akibat Perburuan Kastari Tak Juga Berakhir
Johor - Perburuan Mas Selamat Kastari -- tersangka teroris nomor 1 Singapura kelahiran Indonesia -- memasuki hari ke-14. Perburuan ini memicu kemacetan luar biasa, termasuk saat hendak memasuki  Johor Baru, perbatasan Malaysia dengan Singapura.

Kemacetan ini terjadi akibat razia di pos pemeriksaan (checkpoint) Singapura. Demikian dilansir harian Malaysia, The Star, Selasa (11/3/2008).

Sopir taksi V Vijaya (47) menyatakan, banyak penumpang taksinya mengeluh kena macet berjam-jam di pos pemeriksaan Singapura. Dia juga prihatin warga Malaysia yang bekerja di Singapura terpaksa harus melewati penderitaan itu setiap hari.

"Para penumpang saya, yang biasanya tiba di Johor Baru pukul 6 sore, kini baru tiba pukul 9 malam," ujar Vijayan.

Di Singapura, Vijaya juga sering mendapat komplain dari penumpangnya karena telat mengejar pesawat.

Warga Singapura, Lim Ong Long, heran para petugas keamanan tidak bisa melakukan pemeriksaan lebih cepat.

"Saya lihat bagaimana mereka memeriksa dan saya kecewa mereka tidak berusaha bertindak cepat," sesalnya.

Seorang dokter berusia 72 tahun yang menetap di Woodlands menyatakan, petugas Imigrasi harusnya mengerti bahwa orang-orang punya banyak urusan penting. "Bagaimana jika orang itu hendak menghadiri sebuah operasi bedah?" gugatnya.

Seorang sopir taksi Singapura lainnya berharap pemeriksaan keamanan segera distop karena penumpangnya kini jauh  merosot.

"Banyak di antaranya membatalkan rencana mereka pergi ke Johor karena makan waktu beberapa jam untuk masuk ke sana," ujarnya.

C Jaya (40), warga Johor Baru yang bekerja di Singapura menyatakan, dia melihat banyak orang Singapura yang hendak berhari libur stuck di antrean panjang, membatalkan rencana mereka dan memilih pulang.

Pengelola resort juga kena dampaknya. "Sejak pemeriksaan keamanan ditingkatkan, kami menerima pemesanan yang lebih sedikit. Sejumlah event di resort juga harus ditunda," ujar general manager Pulai Spring, C Jerome F de la Fuente.

(nrl/nvt)


Berita Terkait