BNN: Lapas Overload Bukan Alasan Maraknya Narkoba

BNN: Lapas Overload Bukan Alasan Maraknya Narkoba

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2008 11:47 WIB
Jakarta - Maraknya peredaran narkoba di sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP) Indonesia sangat memprihatinkan. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN Komjen Pol I Made Mangku Pastika meminta agar seluruh kepala LP menangani serius, agar wilayahnya benar-benar terbebas dari narkoba.

"Saya sudah mengimbau LP-LP untuk mengatasi persoalan ini. Meski saya memahami kalau LP-LP kita overload. Tapi itu bukan alasan," kata Pastika dalam acara Apel Akbar Nasional Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (Gepenta) di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta, Selasa (11/3/2008).

Pastika mengatakan, peredaran gelap narkoba di Indonesia semakin meningkat sejak 2003. Dia mengungkapkan, berdasarkan data Mabes Polri tindak pidana narkoba hingga November 2007 tercatat 77.200 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2005 yakni 16.250 dan pada 2006 tercatat 17.365 kasus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data tersebut, tersangka tindak pidana narkoba yang berlatar belakang pendidikan SD berjumlah 3.863 kasus, SLTP ada 6.863, SLTA 22.225, dan perguruan tinggi 746 kasus.

Berdasarkan usia, di bawah 16 tahun 104 ribu, usia 16-19 ada 203 ribu, umur 20-24 ada 30.046 kasus, dan usia 25-29 ada 30.243 kasus. Sedangkan usia di atas 29 tahun ada 48.649 kasus.

Pastika menyebutkan, angka penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa dan pelajar ada 30 persen dari total penyalahgunaan narkoba di seluruh Indonesia 3,2 juta, yakni 1.736.042.

Sedangkan data 10 provinsi paling rawan peredaran narkoba, Jakarta menempati urutan pertama, disusul Jawa Timur, Jambi, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan DIY.

"Dalam acara ini, kami meminta kerja sama Gepenta untuk menunjukkan peran serta upaya pencegahan dan sosial kontrol terhadap penyalahgunaan narkoba dan tawuran," imbau dia.

Dalam apel akbar ini, juga ditandatangani kerjasama pencegahan narkoba dan tawuran antara Gepenta, Barisan Indonesia (Barindo), dan BNN. Gepenta diwakili Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Gepenta Brigjen Pol Purnawirawan Parasian Simanungkalit, BNN diwakili Pastika dan Barindo dengan Ketua Dewan Penasihan Barindo Akbar Tandjung.
(mly/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads