Suatu ketika di tahun 1970-an, Barry diajak teman-temannya bermain ke Rawa Bilal. Rawa ini terletak sekitar 1 KM dari rumah Barry. Kini, rawa yang menjadi saksi bisu keberadaan Barry di Jakarta itu sudah diuruk dan berubah menjadi perumahan Tebet Mas.
Barry tampak semangat bermain ke Rawa Bilal. Perjalanan ke Rawa Bilal ini merupakan pertama kalinya untuk Barry. Teman-temannya merayu dia bahwa di rawa, Barry bisa berenang dan bermain-main.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian anak-anak pegang kaki dan tangannya, terus kita ayun-ayun dan kita ceburkan ke dalam rawa," cerita Zulfan Adi, teman sepermainan Barry, sambil terpingkal-pingkal, saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu. Β
Ketika Barry diceburkan, teman-teman mengira Barry tidak dapat berenang. Namun, dugaan itu salah. Setelah diceburkan ke rawa, Barry bisa berenang dengan lihainya. "Dia nggak marah waktu kita kerjai begitu," kata Zulfan.
Teman-teman sepermainan Barry sepakat bahwa anak berdarah Kenya-AS itu memang ramah. Anis yang sempat akrab dengan Barry mengakui Barry adalah anak yang mudah bergaul dengan siapa pun. "Meskipun dia orang asing, dia tidak membatasi dirinya untuk bergaul dengan warga lokal," imbuh Anis.
Selain itu Barry juga dikenal sangat disiplin. Barry selalu pulang ke rumah setelah sekolah sebelum ikut bermain. "Jadi dia itu sudah ditunggui ibunya di depan pagar pukul 17.30 WIB. Jam mainnya setelah pukul 15.30 WIB," ujar Anis menceritakan mantan sahabatnya itu.
(ptr/asy)











































