Tak Ada Korting Untuk SBY

Laporan dari Teheran

Tak Ada Korting Untuk SBY

- detikNews
Selasa, 11 Mar 2008 07:49 WIB
Tak Ada Korting Untuk SBY
Teheran - Menerbangkan rombongan kenegaraan, sama sekali bukan proyek 'thank you' bagi Garuda Indonesia. Bahkan maskapai penerbangan nasional ini mendapat tambahan pemasukan setiap melayani Presiden SBY dan Wapres JK.

Bertolak belakang dari anggapan bahwa kepala negara tentu tidak ditarik bayaran untuk setiap penerbangannya. Yang terjadi justru sebaliknya. Jangankan gratis, potongan harga pun tidak ada dan bahkan biayanya lebih mahal dari penerbangan carter VVIP biasa.

"Pakai ongkos komersial plus," kata Dirut Garuda Emirsyah Satar, dalam perbicangan dalam penerbangan Jakarta-Teheran, Senin (10/3/2008) kemarin. Wartawan detikcom Luhur Hertanto mengikuti lawatan Presiden SBY ke Teheran, Iran dan tiga negara lainnya.

Komponen plus tersebut adalah biaya pengiriman tim advance Garuda Indonesia ke bandara tujuan. Tim terdiri dari orang yang bertanggung jawab menyiapkan masalah teknis penerbangan, mekanik dan services itu, sudah harus berada di lokasi pada H-3 kedatangan.

Dengan adanya tambahan biaya, tentu saja Garuda Indonesia memberi kemudahaan pembayaran pada pihak Sekretariat Negara. Bila penerbangan carter biasa ongkos harus dibayar lunas di muka, maka untuk penerbangan kepresidenan ada tenggat dua pekan setelah rombongan tiba kembali di Jakarta.

"Biasanya Pak Rusdi (Kepala Biro Rumah Tangga Kepresidenan, Ahmad Rusdi) langsung nelepon 'ini mana invoice-nya (tagihan biaya penerbangan)?’," imbuh pria yang telah 23 tahun berkarier di Garuda Indonesia ini. (lh/asy)


Berita Terkait