"Konstruksi jalan memang sengaja dibiarkan tidak ada saluran drainase, biar cepat rusak agar ada proyek perbaikan jalan," kata pengamat Birokrasi dan Kebijakan Publik LIPI, Syafuan Rozi saat dihubungi per telepon, Selasa (11/3/2008).
Syafuan mencontohkan untuk membangun jalan seperti di daerah yang rendah dan tergenang semestinya menggunakan beton, tetap justru memakai aspal yang mudah tergerus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menuturkan menyikapi banyaknya jalan berlubang ini, untuk itu perlu dilakukan reformasi dalam birokrasi, kaitannya agar cepat tanggap dalam melakukan perbaikan jalan.
"Birokrasi kita tidak punya paradigma tanggung jawab kepada masyarakat, tetapi masih memandang jalan sebagai proyek. Untuk itu perlu dilakukan kontrol sosial, sebab selama ini mereka yang menjalankan birokrasi tidak merasa itu serius," jelasnya.
Kini yang paling mungkin dilakukan yakni menekan atasan para birokrat itu. "Kalau di pusat presiden, kalau di provinsi gubernur. Jadi birokrat itu perlu ditekan tombolnya biar beroperasi," tandasnya.
(ndr/yid)











































