Langkah kaki-kaki mereka menuju Bioskop 21 gara-gara film 'Ayat-ayat Cinta' yang beberapa hari ini menghipnosis banyak orang. Tak dinyana, ternyata para politisi dan para pemuda yang terbiasa dalam pergerakan Islam ini juga 'terhipnosis.'
Ada Ketua MPR Hidayat Nurwahid. Ada Wakil Ketua MPR AM Fatwa. Ada anggota DPR dari FPKS Fahri Hamzah bersama sejumlah anggota legislatif dari PKS lainnya.
Ada juga Ketua Umum Partai Matahari Bangsa (PMB) Imam Addaruquthni dan Sekjennya Ahmad Rofiq. Ada Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Izzul Muslimim beserta jajarannya. Wanita-wanita berjilbab juga tampak memenuhi ruangan. Suasana tampak meriah, apalagi bintang-bintang Ayat-ayat Cinta, seperti Rianti Cartwight, Zaskya Mecca, dan Carissa Putri, juga hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan ayat-ayat Cinta, tapi ayat-ayat poligami," celetuk salah seorang saat film itu memperlihatkan adegan Fahri bin Abdullah terpaksa harus berpoligami, menikahi perempuan bernama Maria. Celetukan ini jelas membuat yang lainnya juga terbahak. Jangan dianggap serius!
Sejak film akan dimulai, suasana-suasana yang tak serius memang sudah terlihat. Lihat saja celetukan dari Imam Addaruquthni. "Inilah politisi-politisi yang mulai ngepop," kata Imam, mantan anggota DPR dari PAN saat bersalaman dengan Hidayat Nurwahid. Imam yang lulusan pesantren juga tampak bercakap dengan Hidayat dalam bahasa Arab.
"Isi hati kita ternyata sama dan kita ditakdirkan bertemu di sini. Padahal kita tidak janjian," ujar Izzul ketika menghampiri Hidayat. Hidayat yang alumnus Universitas Madinah pun menimpali, "Kan dari dulu hati kita sama."
Meski banyak celetukan, namun para penonton tampak puas dengan film tersebut. "Ya bagus. Tapi, kisah terakhir dari film ini seakan menyederhanakan masalah," ujar Rofiq, mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang saat ini terjun ke dunia politik.
Seusai pemutaran film selesai pukul 22.15 WIB, kepada wartawan Hidayat menyambut baik film ini. Apalagi film yang banyak menggunakan dialog dalam bahasa Arab ini memang kental nuansa relijius. Setidaknya, kata dia, film Ayat-ayat Cinta ini bisa menjadi tontonan alternatif di tengah tontonan-tontonan dan film-film yang hedonistis. (asy/ndr)











































