Dephub Akan Memperketat Pengawasan Maskapai Charter

Dephub Akan Memperketat Pengawasan Maskapai Charter

- detikNews
Senin, 10 Mar 2008 21:01 WIB
Jakarta - Peristiwa terbakarnya pesawat Manunggal Air Service di Bandara Wamena, Papua, membuat Departemen Perhubungan (Dephub) akan memperketat pengawasan pesawat charter. Dephub juga akan mengkaji apakah bahan bakar masih layak diangkut dengan pesawat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal di Gedung Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (10/3/2008).

"Untuk maskapai penerbangan itu sangat-sangat perlu di watch. Karena itu saya minta pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk melakukan tingkat pengawasan yang lebih ketat, terutama terhadap charter airline yang semacam ini," ujar Jusman.

Terbakarnya pesawat Manunggal Air yang mengangkut bahan bakar hingga mengalami kerusakan total itu, imbuhnya, sangat serius. Dari rekomendasi KNKT nantinya, Dephub mengkaji kelayakan pesawat yang mengangkut bahan bakar.

"Nah sekarang yang timbul pertanyaan itu apakah dia (bahan bakar minyak) harus direkomendasikan untuk tidak diangkut angkutan udara, atau harus diangkut oleh angkutan udara, dan bagaimana caranya? Saya kira itu nanti. Tapi nanti rekomendasi yang bagaimana benarnya itu nanti dari KNKT," papar Jusman.

Sementara laporan sementara dari KNKT, pesawat Manunggal Air itu bisa terbakar karena remnya macet, sehingga roda pesawat tak bisa berputar.

"Waktu dia mendarat selamat, terus kemudian remnya, brake-nya itu nge-block, rodanya tidak bisa berputar, karena ter-rem. Harusnya dia berhenti. Kalau dia berhenti itu aman," ujar Jusman.

Tapi yang dilakukan pesawat Manunggal Air Service adalah melakukan taxying (berjalan pelan-pelan) di taxy way. Rem yang macet tadi membuat mesin panas dan timbul percikan api. Pesawat yang mengangku bahan bakar minyak itupun terbakar habis.

"Karena itu memang angkutan untuk bahan bakar minyak dan bahan makanan pokok untuk Wamena yang gak bisa diangkat oleh yang lain. Memang rawan," ujar dia.

Pesawat charter Manunggal Air Service terbakar di landas pacu Bandara Wamena, Papua, Kamis 6 Maret 2008. Laporan sementara KNKT menunjukkan pesawat itu mengangkut kargo seberat 10.038 ton yang terdiri dari solar 8 drum, avtur 20 drum dan sisanya bahan makanan.
(nwk/bal)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads