"Pasien rujukan asli hanya 10 persen, sisanya datang sendiri. Nah itu yang akan kita perbaiki," kata Dirut RSCM Prof DR Dr Akmal Taher, di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (10/3/2008).
Hal ini disampaikannya usai bertemu Wagub DKI Prijanto terkait persiapan peresmian Gedung Rawat Inap Terpadu A RSCM Kelas III. Menurut dia, idealnya seluruh pasien adalah pasien rujukan. Pasien non rujukan masih bisa ditangani RSUD dan tidak perlu perawatan di RSCM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerjasama tersebut, lanjut dia, memungkinan pasien RSCM dirujuk ke RSUD. Tujuannya agar pasien lebih cepat terlayani. Selain itu, tenaga medis dari RSCM bisa dikirim ke RSUD untuk penanganan kasus-kasus tertentu.
Diharapkan sistem ini dapat membuka peluang terjadinya transfer ilmu pengetahuan. "Tenaga medis RSUD dapat mengikuti pelatihan di RSCM," kata Akmal.
Kerjasama dilakukan RSCM dengan 5 RSUD yaitu RSUD Budi Asih, RSUD Cengkareng, RSUD Tarakan, RSUD Koja, dan RSUD Pasar Rebo. Untuk pelayanan Kelas III, RSCM menambah kapasitas ruang rawat sebanyak 8 lantai, 814 tempat tidur.
Dana pembangunan diambil dari APBN sebesar Rp 102 miliar. Presiden SBY rencananya akan meresmikan gedung ini. "Diresmikan SBY April 2008," pungkasnya. (fay/nvt)











































