Penandatanganan kerjasama itu dilakukan di Gedung B, Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (9/3/2008). Sejumlah pejabat masing-masing pemerintahan hadir dalam acara itu.
Kerjasama kedua pemerintahan itu meliputi usaha peningkatan harga susu, peningkatan kualitas susu, sosialisasi atau promosi gerakan minum susu, fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis bagi peternak, fasilitasi permodalan melalui perbankan, dan program kemitraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kerjasama ini, kami berharap persoalan susu teratasi. Kemungkinan timbulnya bakteri pada susu juga masuk dalam rencana kerja," jelasnya.
Gubernur Jateng, Ali Mufiz menambahkan, dalam kerjasama itu juga disepakati pentingnya penggunaan teknologi. Untuk itu, Pemprov Jateng dan DIY menggandeng Undip dan UGM.
"Salah satu yang membuat harga susu rendah adalah adanya penilaian bahwa susu produksi peternak kita kurang higienis. Nah, kita akan kikis asumsi itu dengan penerapan teknologi," katanya.
Berdasarkan data Pemprov Jateng, produksi susu di Jateng mencapai kurang lebih 71 ribu ton atau 21 persen dari produksi nasional. Dan jumlah sapi perah di Jateng kurang lebih 115-an ribu ekor atau 31 persen dari jumlah sapi perah secara nasional. (try/djo)











































