"Perimbangan kekuatan politik di Malaysia diharapkan akan menjadi angin segar bagi buruh migran Indonesia yang ada di Malaysia," ungkap Migrant Care secara tertulis ke redaksi detikcom, Senin (10/3/2008).
Dalam keterangan pers yang ditandatangani bersama oleh Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah, Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo dan Country Representative Malaysia Alex Ong itu, hasil Pemilu Malaysia 8 Maret 2008 lalu itu mimpi buruk bagi rezim berkuasa UMNO-Barisan Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan politik di Malaysia ini tentu akan mempengaruhi kondisi dan situasi hak asasi buruh migran Indonesia di Malaysia. Telah terbukti, rezim berkuasa UMNO-Barisan Nasional adalah rezim yang anti buruh migran, meskipun topangan kemakmuran Malaysia dikontribusikan secara signifikan oleh buruh migran.
"Parlemen Malaysia tidak lagi secara sewenang-wenang memproduksi legislasi yang melegitimasi penindasan buruh migran," kata Migrant Care.
Di sisi lain, bagi kekuatan oposisi yang semakin menguat, Migrant Care meminta konsistensi mereka memperjuangkan buruh migran. "Migrant Care berharap agar barisan oposisi Malaysia juga konsisten untuk memperjuangkan hak-hak buruh migran Indonesia dan negara-negara lainnya yang bekerja di Malaysia," pungkas siaran pers itu. (aba/nrl)










































