Fasichulisan, Rektor UNAIR Surabaya, menolak jika dikatakan persoalan keluarnya 41 PTN dari SPMB adalah dualisme kepemimpinan. "Ini bukan dualisme kepemimpinan tapi hanya perbedaan pendapat tentang peraturan pemerintah yang ada," kata Fasichulisan yang juga ketua panitia pusat UMPT Nasional ketika dihubungi detiksurabaya.com, Senin (10/3/2008).
Fasichulisan mengatakan, PTN yang keluar dari SPMB akan semakin bertambah, karena dana yang dibayarkan oleh para calon mahasiswa bukanlah penerimaan negara bukan pajak (PNBP). "Kan para calon mahasiswa itu daftar melalui organisasi atau PTN untuk organisasi sehingga wajar kan kalau uang itu bisa kita kelola sendiri,"imbuhnya.
Selain itu, Fasich juga menjelaskan jika pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak dirjen terkait masalah tersebut agar orang tua calon mahasiswa baru tidak bingung dengan adanya dualisme kepemimpinan. Pihaknya dalam waktu dekat juga akan melakukan pertemuan dengan pihak Dirjen Pendidikan Nasional dan pihak Perhimpunan SPMB tentang penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru.
Namun pihaknya akan tetap menggelar ujian seleksi terhadap mahasiswa baru dengan menyelenggarakan ujian seleksi swakelola jika pertemuan tersebut mengalami deadlock sampai batas waktu tanggal seleksi ujian yang dinamakan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional (UMPTN) pada 25 dan 26 Juni 2008.
"Jika sampai ujian seleksi yang kita tentukan tetap deadlock kita akan tetap menggelarnya sendiri. Selain itu kita sebenarnya tetap ingin satu kata," jelasnya.
Ketika ditanya, apakah masalah ini tidak memicu kesemrawutan menjelang penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2008? Fasich mengakui dengan adanya masalah tersebut dipastikan akan ada dampak.
Namun dia berharap tidak ada masalah. "Sebenarnya yang kita takutkan jika sampai masalah ini berlarut-larut maka akan ada penurunan jumlah mahasiswa yang mendaftar tahun ini dan justru itu yang akan mendorong kita untuk menyelesaikan masalah tersebut," jawabnya.
Fasich juga menyebutkan PTN yang keluar sebenarnya lebih dari 41 PTN namun menurutnya yang menandatangani kesepakatan hanya 41 PTN.
"Saya kalau semuanya saya lupa mana saja. Kalau untuk Indonesia Barat itu ada IPB lalu Indonesia Tengah ada UGM. Sedangkan di Jawa Timur semua PTN yakni berjumlah 9. Sementara untuk Indonesia Timur itu kalau nngak salah ada 11-12 PTN yang setuju dengan kita," akunya.
Ke-9 PTN di Jatim yakni, UNAIR Surabaya, ITS Surabaya , Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Brawijaya (UNIBRAW) Malang, Universitas Negeri Jember (UNEJ), Universitas Negeri Malang (UM), IAIN Sunan Ampel Surabaya dan Universitas Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan.
(ze/nrl)











































