Saat Tentara PBB Balap Bakiak

Saat Tentara PBB Balap Bakiak

- detikNews
Senin, 10 Mar 2008 14:49 WIB
Saat Tentara PBB Balap Bakiak
Adshit Al Qusayr - Balap bakiak atau sandal kayu panjang yang dinaiki dua orang atau lebih biasanya hadir saat perayaan 17 Agustus. Nah, bayangkan jika lomba itu diikuti tentara-tentara PBB yang bertugas di Libanon?

Penampilan sandal kayu ini diperkenalkan Kontingen Garuda XXIII-B dalam acara Fun Sport and Games 2008 Misi PBB Libanon Selatan (Unifil), Adshit Al Qusayr, Libanon, Sabtu (8/3/2008) lalu.

Hal itu disampaikan Perwira Penerangan Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B/Unifil, Kapten Chb Sandy M Prakasa, S.Ikom secara tertulis ke redaksi detikcom, Senin (10/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bakiak tiba-tiba menjadi idola tentara PBB dari 11 negara yang hadir yaitu Portugal, Korea, Belgia, Prancis, Polandia, Ghana, Cina, Nepal, Spanyol, India dan Malaysia serta tambahan 1 negara di luar UNIFIL yaitu Libanon (LAF,Lebanon Armed Forces)," ungkap Sandy.

Perlombaan Balap Bakiak ini sendiri berlangsung amat meriah karena masing-masing tim (yang terdiri dari 3 orang) tidak mau menyerah begitu saja walaupun baru pertama kalinya memakai sandal unik itu. Para tentara PBB berbagai bangsa ini heran sekaligus salut dengan kreasi ini karena walaupun dari segi bentuk dan bahan materialnya sangat sederhana namun mampu menciptakan kekompakan dan kegembiraan serta nuansa berkompetisi yang sehat.

"Vaya! El contingente Indonesio mo podrio leber heduo un programma eau interesante como aste! (Mengejutkan! Tak disangka Kontingen Indonesia dapat mengadakan acara yang begitu menarik seperti ini!)," ungkap Komandan Kontingen Spanyol Letkol Sanchez Tapia kepada Sandy.

Selain bakiak, para tentara PBB ini juga dihibur dengan perlombaan ala 17-an lainnya seperti memasukkan pulpen ke dalam botol dan menusuk gambar ikan dengan mata tertutup. Selain itu juga muncul tari poco-poco dan permainan sepak takraw.

"Olahraga ini pun kembali menarik perhatian para peserta yang hadir, bahkan Komandan Kontingen Korea Kolonel Khang Cang sampai turun ke lapangan karena ingin menjajal kemampuannya dalam memainkan bola rotan itu," jelas Sandy.   
    
Selesai rangkaian acara permainan dan olahraga, dilanjutkan dengan acara jamuan makan siang bersama dengan menu ala Indonesia. Sop Konro, Ikan Kakap, daging Gepuk, Opor Ayam, Perkedel, Mie goreng dan Nasi goreng ternyata cukup diminati.

Acara santap siang bersama terasa lebih nikmat manakala hiburan kolaborasi musik Sunda dan Timur Tengah dimainkan oleh pemusik lokal, staf KBRI Lebanon dan anggota Satgas Konga XXIII-B. Lebih spesial, seusai acara santap siang masing-masing Kontingen didaulat untuk menyumbangkan lagu khas dari negaranya.

"Maka siang itu, jadilah 'pentas musik dunia' dadakan tergelar pertama kalinya dalam sejarah UNIFIL di markas Kontingen Indonesia," kata Sandy. (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads