300 aparat kepolisian pun tiba di lokasi pukul 10.00 WIB, Senin (10/3/2008) untuk mengamankan situasi karena dikabarkan massa FBR yang mengaku dari pihak lain yang bersengketa, Faturrahman, akan datang.
Sebelum massa FBR datang, massa H Aman Suratman sudah dipindahkan polisi ke Gedung Direktorat Transmigrasi DKI Jakarta yang berada di sekitar lokasi sengketa untuk menghindari bentrokan. Dua watercanon sudah disiapkan di lokasi jika terjadi bentrokan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sempat terjadi ketegangan antara dua kubu tersebut. Namun polisi berhasil melerainya. Massa Aman Suratman pun dikawal puluhan polisi saat membubarkan diri.
Kapolsek Duren Sawit Kompol Khalidi mengatakan, situasi masih dalam kondisi aman. Pihaknya masih terus mengamankan daerah tersebut.
"Sekarang ini sudah tidak terjadi bentrokan. Sudah aman. Karena ini masih dalam proses sengketa hukum," ujarnya di lokasi.
Kedua kubu mengklaim bahwa tanah itu adalah miliknya. Pengacara pihak Faturrahman, David Latuferisa mengatakan, kalau Faturrahman memiliki dokumen-dokumen dan sertifikat yang sah.
"Tanah ini diserobot orang lain dan menjadikannya kos-kosan," ujar David.
Sedangkan dari pihak Aman Suratman, M Sulthoni menyayangkan kejadian ini karena masih dalam proses hukum. "Saat ini kan masih ada proses negosisiasi kedua belah pihak. Seharusnya tidak terjadi seperti ini," tandasnya. (ziz/fay)











































