Nessen datang Minggu 9 Maret dari Malaysia sekitar pukul 12.30 WIB di Bandara Sultan Iskandar Muda. Tapi keberadaannya tidak bisa langsung dideportasi. Sebab surat pencekalan dirinya baru dikirim dari Jakarta, malam Senin sekitar pukul 22.00 WIB.
"Kita tidak bisa mendeportasi karena pihak imigrasi di bandara tidak memegang surat pencekalannya, meski mereka tahu bahwa William Nessen dicekal," jelas Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Hukum dan HAM Provinsi NAD, Septiawan, pada wartawan di ruang kerjanya di Jl.T.Daud Bereueh, Senin (10/03/2008). Pencekalan warga Amerika ini dikatakannya karena pelanggaran keimigrasian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nessen disebutkan Septiawan tidak dikarantina di rumah detensi layaknya warga negara asing yang akan dideportasi. Sebab jurnalis yang dulu bekerja untuk San Fransisco Chronicle dan Sydney Morning Herald ini, dijamin keberadaannya oleh Gubernur NAD, Irwandy Yusuf. Keduanya memang merupakan sahabat.
"William Nessen sendiri kini berada di pendopo gubernur dan besok siang kita deportasi," jelasnya sembari menambahkan Nessen akan dideportasi dengan menggunakan Air Asia tujuan Malaysia.
Pada wartawan yang menghubungi, Nessen tidak bersedia berkomentar. Dia mengatakan akan menunggu Irwandy, yang baru akan tiba sore nanti dari Tapaktuan, Aceh Selatan. Keberadaan Irwandy di Tapaktuan untuk melantik bupati Aceh Selatan hari ini. (ray/djo)











































