Pencuri Virus, The Real Terrorist

Pencuri Virus, The Real Terrorist

- detikNews
Senin, 10 Mar 2008 12:27 WIB
Jakarta - Masyarakat Indonesia dinilai belum sadar akan bahaya pencurian virus oleh negara asing. Kampanye untuk menyadarkan masyarakat akan dilakukan, termasuk kepada jajaran pemerintah.

"Pencurian virus ini lebih sadis dari teroris. Ini the real terrorist. Kita akan lakukan kampanye di masyarakat tentang ini," ujar Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr Joserizal Jurnalis Spot dalam jumpa pers di Kantor MER-C di Jl Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (10/3/2008).

Untuk itu, lanjutnya, kampanye akan dilakukan melalui media seperti pamflet, poster, dan sebagainya. "Kita akan lakukan upaya secara spartan, termasuk mendekati tokoh-tokoh agama. Mungkin hal itu bisa disampaikan dalam ceramahnya," lanjut dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MER-C juga akan beraudiensi dengan lembaga terkait, seperti Depkes, Deptan dan Departemen Pertahanan. "Kita akan sampaikan kepada Dephan bahwa perang itu bukan hanya dengan M-16 saja. Ada ancaman senjata biologi dan nuklir. Karena itu, tidak boleh lagi ada hal yang tertutupi terhadap 2 hal ini," sambung Joserizal.

MER-C pun mendukung pendapat Menkes Siti Fadilah Supari tentang mekanisme yang transparan dalam pengiriman virus, utamanya virus flu burung. "Kita ingin mengubah paradigma. Virus yang berkaitan dengan orang banyak itu harus untuk keselamatan umat manusia dan tidak boleh dibisniskan secara brutal oleh perusahaan farmasi," tandasnya.
(nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads